skip to Main Content
1-800-987-654 [email protected] Open 7AM - 8PM
Screen Shot 2015 06 09 At 11.24.49

Jurusan Ilmu Gizi

Jurusan Ilmu Gizi – Ya setelah selama ini jurusan dalam dunia kesehatan yang teman-teman tau hanya pendidikan dokter, ilmu keperawatan, farmasi dan pendidikan dokter gigi, kini di beberapa universitas ada yang memasukkan ilmu gizi dalam wilayah kesehatan.

Apa saja yang dipelajari di Jurusan Ilmu Gizi

Mata kuliah yang disampaikan di Jurusan Ilmu Gizi pun tentu saja sebagian besar mirip-mirip dengan pendidikan dokter. Pada tahun pertama kita mendapatkan matakuliah biokimia-biomolekuler dan anatomi fisiologi walaupun tidak semendalam seperti pada jurusan pendidikan dokter. Lalu pada tahun ke 2 kita akan mempelajari tentang interaksi antara obat dan makanan. Pada tahun ke 3 beberapa universitas mengadakan PBL (problem based learning) atau bahkan ada yang telah mengadakan PBL dari awal. Di tahun ke 3 pula akan ada pengerucutan jurusan. Mahasiswa akan dibagi ke dalam kelompok :
1. Gizi Klinik
2. Gizi Komunitas
3. Food Service
Tapi tenang saja, pada dasarnya mahasiswa akan mempelajari itu semua namun dititikberatkan diantara satu kelompok tersebut.

Lalu kapan kita belajar mengenai gizi-nya?

Tenang saja, dari tahun pertama bahkan semester 1 mahasiswa telah mendapatkan materi tersebut. Dari semester 1 kita akan diajarkan mengenai ilmu dari bahan-bahan makanan. Beberapa universitas telah memberikan praktikum selain praktikum pengenalan bahan makanan dari semester 1, namun ada juga universitas yang memberikan praktikum terebut pada semester 2. Maksudnya beberapa universitas pada semester 2 baru memulai untuk praktikum mengenai masak-masakan. Pada semester yang lebih tinggi, beberapa universitas baru memulai untuk menyiapkan mahasiswanya untuk membuat menu untuk pasien klinik.

Semua mata kuliah yang ada akan saling berkaitan dengan mata kuliah yang ada pada semester berikutnya. Pada semester pertama beberapa mata kuliah seperti sedang membahas pelajaran ketika SMA khususnya mata pelajaran biologi dan kimia. Yang paling menyenangkan bagi yang tidak terlalu menggemari pelajaran fisika di ilmu gizi hampir tidak menemukan lagi fisika walaupun pada dasarnya tetap ada perhitungan walaupun hanya sedikit. Lapangan kerja untuk lulusan ilmu gizi masih cukup banyak. Para dietitian selain dapat bekerja di rumah sakit, bisa juga di puskesmas maupun tempat-tempat pelayanan kesehatan yang lainnya. Selain itu, lulusan dari ilmu gizi pun bisa bekerja di perusahaan makanan bahkan bisa bekerja di beberapa organisasi internasional yang berkonsentrasi pada kesehatan masyarakat.

Oya perlu ditegaskan, dietitian tidak sama dengan juru masak. Walaupun sama-sama berkecimpung dengan makanan tapi tetap saja itu tidak sama. Dietitian bekerja untuk mengatur asupan gizi yang diperlukan seseorang. Apabila bekerja di rumah sakit, maka jika ada pasien yang diharuskan untuk diet beberapa makanan, maka pengaturan apa saja yang boleh dimakan dan tidak merupakan tugas dietitian. Termasuk apabila pasien benar-benar tidak diperbolehkan untuk makan suatu bahan pangan namun tetap kandungan gizi yang ada dalam bahan pangan itu tetap harus dicukupi dalam intake perharinya maka dietitian lah yang bertugas untuk membuatkan menu dengan bahan pengganti yang lain yang dapat dikonsumsi oleh pasien dengan kandungan gizi yang sama.

Maaf apabila informasinya belum terlalu rinci dikarenakam faktor pengetahuan karena masih mahasiswa baru namun ingin memberikan dasar pengetahuan bagi teman-teman yang ingin masuk di jurusan yang sama pada tahun-tahun mendatang. Harapannya setelah sedikit mengetahui ketika nanti menjalani perkuliahan tidak kaget dengan materi yang ada pada jurusan ini dan semakin memantapkan hati untuk tetap berada pada jurusan ini karena di indonesia sendiri lulusan dari ilmu gizi masih sangat jarang.

Prameswari Wijayanti

Kontributor