Kuliah di STAN atau Sarjana PTN: Jenjang Pendidikan dan Karier

kedinasan

Seringkali anak-anak kelas 12 yang akan melanjutkan pendidikan tinggi dihadapkan pada 2 pilihan: kuliah di PTN atau kedinasan?

Pendidikan kedinasan menawarkan kuliah gratis dan ikatan dinas menjadi PNS. Dengan apa yang ditawarkan tersebut, tiap tahun perguruan tinggi kedinasan ga pernah sepi peminat. Terutama di STAN, dengan iming-iming ikatan kerja di Kementerian Keuangan, jumlah pendaftar tiap tahun selalu mencapai angka yang luar biasa banyaknya.

jumlah-pendaftar-stan
sumber: http://outstanding.esy.es/basic-info/statistik-dan-daya-tarik-stan/

Bayangkan jumlah pendaftar SBMPTN di 60an PTN setiap tahun berjumlah sekitar 600an ribu. Dengan rata-rata pendaftar STAN sejumlah 100ribu, maka bisa dibilang jumlah pendaftar STAN sendiri sekitar 1/6 dari jumlah keseluruhan PTN.

Tulisan ini terinspirasi dari status facebook temen gue, dan apa yang gue lihat dan rasakan sendiri.

stanScreenshot disamping adalah status curhatan facebook temen gue yang sekarang menempuh pendidikan D-IV STAN.

Intinya sih dia adalah lulusan SMA 2008, masuk STAN di tahun yang sama dan “baru” akan lulus D-IV STAN pada tahun 2016 ini. Sedangkan teman-teman seangkatannya SMAnya dulu, yang kuliah di PTN, banyak yang sudah lulus S2 atau beberapa sedang kuliah di luar negeri. Dan dari segi karier, beberapa sudah menduduki jabatan atau posisi tertentu di sektor swasta.

Nah emang gimana sih jenjang pendidikan dan jenjang karier alumni STAN? Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mungkin belum terpikir bagi calon mahasiswa baru atau peminat STAN.

Catatan: sebenernya STAN juga termasuk PTN, tapi dalam artikel ini, yang gue maksud PTN adalah Universitas / Institut seperti UI, ITB, UGM, UNPAD, dll. yang menyediakan pendidikan sarjana

Jenjang pendidikan

Pendidikan di STAN ditempuh dalam waktu 3 tahun untuk diploma 3 dan 1 tahun untuk diploma 1, ga boleh kurang ga boleh lebih. Setelah itu lo wajib mengikuti serangkaian kegiatan pra PNS, seperti tes kompetensi dasar (TKD), diklat pra jabatan, dll.

Setelah bekerja, alumni STAN bisa melanjutkan pendidikan dengan 2 cara:

  1. Pendidikan secara kedinasan. Lo bisa melanjutkan pendidikan di D4 STAN atau beasiswa dari instansi pemerintah untuk melanjutkan pendidikan S1 di beberapa perguruan tinggi yang ditunjuk. Apabila melanjutkan pendidikan secara kedinasan, negara akan membiayai perkuliahan, lo bebas tugas kantor tapi tetep dapet penghasilan sebagai PNS meskipun dipotong. Untuk melanjutkan pendidikan ini lo mesti lolos seleksi dan bersaing dengan temen-temen di lingkungan Kemenkeu sendiri. Biasanya, pendaftaran dibuka bagi PNS yang udah bekerja selama 2 tahun. Lama pendidikan biasanya 4 semester atau 2 tahun.
  2. Pendidikan di luar kedinasan (atas inisiatif sendiri, biaya sendiri, di luar jam kerja). Pendidikan di luar kedinasan di Kementerian Keuangan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148/PMK. 01/2012, dalam PMK tersebut disebutkan bahwa untuk melanjutkan pendidikan di luar kedinasan syaratnya telah bekerja sekurang-kurangnya 2 tahun sejak diangkat menjadi PNS. Program pendidikan lanjutan dari D-III ke S-1 disebut program ekstensi. Beberapa Perguruan Tinggi swasta maupun negeri menyediakan program ini. Biaya untuk pendidikan di luar kedinasan ditanggung oleh orang yang bersangkutan. Selain itu, pendidikan ekstensi dilaksanakan di luar jam kantor, biasanya dilaksanakan malam hari atau weekend. Lama pendidikan bervariasi, di beberapa universitas swasta ada yang 4 semester ada yang 5 semester (misal di kelas ekstensi UI)

kedinasanNah kalo lo lihat di grafik disamping lo bisa lihat bahwa untuk mendapatkan gelar sarjana, mahasiswa di PTN (line warna hijau) biasa bisa meraih dalam waktu 7-8 semester (3,5 sampai 4 tahun), dengan asumsi lulusnya ontime. Apabila langsung melanjutkan S2, dia bisa lulus 2 tahun kemudian. Kalau ditotal, setelah lulus SMA dia bisa mendapat gelar S2 pada tahun ke-6 setelah lulus.

Sedangkan alumni STAN, paling cepet bisa mendapatkan gelar sarjana pada tahun ke 7-8 setelah lulus SMA, karena setelah lulus D-3, diwajibkan bekerja dulu selama 2 tahun. Jadi wajar apabila pada tahun keenam, anak-anak STAN belum lulus D-IV atau S1, sedangkan anak PTN udah lulus S2.

Jenjang Karier

EE_Image_20160131_191312PNS memiliki golongan dan pangkat masing-masing yang secara berkala dan berjenjang akan meningkat setiap 4 tahun sekali. Golongan ini nanti akan menentukan kewenangan, termasuk pendapatan nanti. Setiap pegawai baru yang dilantik atau diputuskan akan menempati golongan tertentu pula. Misal lulusan SMA yang lulus seleksi CPNS, maka akan diangkat menjadi PNS golongan II-A, lulusan D1/D2 akan menjadi PNS golongan II-B, dst.

Nah sebagai alumni STAN, setelah lulus D3 dan lulus TKD, maka kamu akan diangkat menjadi PNS golongan II-C.

Setelah lulus kuliah, lulusan sarjana harus mencari pekerjaan sendiri, bisa berwirausaha atau melamar kerja di perusahaan swasta atau di instansi pemerintahan sebagai PNS. Dengan 134ribu pendaftar untuk kuota 9000 pada tahun 2014 lalu, seleksi CPNS di Kemenkeu bisa dibilang juga sangat ketat atau hampir sama dengan tingkat persaingan USM STAN. Namun perlu diingat bahwa seleksi CPNS sarjana ga selalu dibuka tiap tahun. Lulusan sarjana lolos seleksi CPNS, maka dia akan menjadi golongan PNS III-A.

Golongan akan meningkat satu jenjang secara berkala setiap 4 tahun. Apabila lulusan STAN ga kuliah lagi, untuk mencapai golongan III-A, maka membutuhkan waktu selama 8 tahun. Padahal selisih lama perkuliahan D3 dan S1 cuma 1-2 semester.

Apabila bekerja di perusahaan swasta ataupun berwirausaha, “nasib” lulusan sarjana sangat tergantung pada diri mereka sendiri. Kalo bisa perform, maka karier atau usaha lo bisa melesat. Tapi apabila ga perform, ya karier atau usaha lo bisa menurun atau malah bangkrut.

karier

Sedangkan apabila bekerja di PNS, birokrasi untuk menjadi level pejabat lebih rumit. Ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi sebelum lo menjadi pejabat tertentu. Misal untuk menjadi Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi (eselon IV), maka mesti minimal bergolongan III-B atau III-C.

Tapi di PNS juga sulit dipecat. Atasan ga bisa semena-mena memecat anak buahnya yang kurang perform. Butuh birokrasi yang cukup panjang sampai akhirnya seorang PNS bisa dipecat, kecuali korupsi, lo bisa dipecat langsung. Kalo ga bisa perform, paling apes paling dimutasi ke bagian atau daerah lain.

————————————————

Jadi milih mana? kuliah gratis + ikatan pekerjaan dan birokrasi di PNS dengan karier dan pendapatan yang stabil? atau kuliah sarjana di PTN dimana lo bisa menentukan sendiri pendidikan dan pekerjaan yang akan lo jalani?

Avatar

Ari Candra Arista

Author Since:  Sep 17, 2014

Ari adalah alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 2011 spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.

Facebook: fb.com/acandraarista | Twitter: @aricandra | ask fm: @ari_candra

  • nabawihusein

    Kak, apa benar peluang lolos snmptn yg ngisi cuma 1 pilihan lebih besar dibanding yg ngisi 3 pilihan? Mohon pencerahannya, thx.