• Home
  • /
  • Blog
  • /
  • Kuliah di PTS Nggak Kalah dengan PTN!

Kuliah di PTS Nggak Kalah dengan PTN!

PTS di Indonesia

Secara umum, jenis perguruan tinggi menurut pengelolanya dibagi menjadi dua, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN adalah perguruan tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh pemerintah. Sedangkan PTS adalah perguruan tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh masyarakat atau pihak swasta.

Poling Pilihan PTN atau PTS

Selama ini banyak anak yang menjadikan PTS hanya sebagai alternarif dari PTN. Dari hasil polling kecil-kecilan yang aku bikin di twitter halokampus, dari 1488 voters, terlihat hanya sebagian kecil anak yang menjadikan PTS sebagai pilihan utama. Sisanya menjadikan PTS sebagai alternatif jika gagal diterima PTN atau malah nggak menjadikan PTS sebagai pilihan tempat kuliah, dengan kata lain, wajib kuliah di PTN.

Kenapa begitu? Alasannya tentunya macem-macem. Ada yang beralasan dari segi biaya, ada yang meragukan kualitas pendidikannya, ada yang merasa peluang diterima di dunia kerjanya sempit, dll.

Namun, benar nggak sih anggapan-anggapan tersebut? Nah, di artikel ini aku akan mencoba menguraikan beberapa alasan dan hal yang menjadi keraguan banyak orang tentang perguruan tinggi swasta. Apakah selama ini alasan-alasan tersebut memang nyata adanya, terbukti dengan data, atau hanya merupakan mitos belaka.

Beberapa Miskonsepsi tentang PTS

Miskonsepsi #1: Kualitas Pengajaran PTN PASTI lebih baik dari PTS

Selama ini anggapan yang sebagian masyarakat adalah PTN kualitasnya selalu lebih baik dari PTS. Padahal, kita nggak bisa langsung menggeneralisasi bahwa semua PTN pasti lebih baik dari semua PTS. Memang sebagian PTN lebih baik dari sebagian PTS, tapi juga ada sebagian PTS yang lebih baik dari PTN.

Hal ini bisa kita lihat dari klasterisasi dan pemeringkatan atau ranking perguruan tinggi yang di publish oleh Kementerian Riset Dikti tahun 2015 lalu. Ranking ini bisa kita jadikan gambaran kasar bahwa ada loh PTN yang lebih baik dari PTS. Begitu pula sebaliknya, ada juga PTS yang lebih baik dari PTN.

Miskonsepsi #2: Biaya kuliah di PTS PASTI lebih mahal dari PTN

Alasan ini menjadi alasan utama mengapa banyak orang yang menjadikan PTS sebagai alternatif PTN. Banyak anak yang keberatan ketika mengetahui biaya kuliah di perguruan tinggi swasta.

Berbeda dengan PTN yang mendapatkan bantuan alokasi dana dari APBN, PTS harus memutar otak mencari sumber pendanaan agar roda operasional kampus bisa terus berputar. Meskipun PTS ada juga yang menerima bantuan dari pemerintah, namun jumlahnya relatif kecil, ga sebanyak yang diterima oleh PTN.

Nah, salah satu sumber pendanaan adalah ya biaya kuliah dan biaya lain-lain yang dibebankan ke mahasiswa.

Emangnya berapa sih biaya kuliah di PTS?

Sebagai sample, berikut ini data biaya kuliah jurusan Akuntansi dan jurusan Teknik Informatika di beberapa PTS tahun 2019 ini:

1. Universitas Telkom (sumber)

S1 Informatika

  • UP3: Rp10.000.000
  • SDP2 (reguler): Rp15.000.000
  • BPP: Rp9.000.000 (dibayar per semester)
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp97.000.000

S1 Akuntansi

  • UP3: Rp8.000.000
  • SDP2 (reguler): Rp12.000.000
  • BPP: Rp8.000.000 (dibayar per semester)
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp84.000.000

2. Universitas Trisakti (sumber)

S1 Informatika

  • SP: Rp11.500.000 – Rp14.500.000
  • BPP: Rp15.000.000 / semester
  • Praktikum: Rp5.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp136.500.000 – 139.500.000

S1 Akuntansi

  • SP: Rp17.000.000 – Rp21.500.000
  • BPP: Rp15.000.000 / semester
  • Praktikum: Rp3.500.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp140.500.000 – 144.500.000

Tentu saja ada PTS yang biayanya lebih murah dibandingkan dua contoh di atas, termasuk, ada juga PTS yang biayanya lebih mahal.

Trus gimana apabila dibandingkan dengan biaya kuliah di PTN?

Kalau kamu diterima PTN melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN dan berasal dari keluarga tidak mampu atau menengah, maka kamu bisa mendapatkan Beasiswa Bidik Misi, UKT 1 atau UKT 2 yang mana biaya kuliah per semester maksumal “hanya” sekitar 1 juta. Jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan contoh rincian biaya kuliah di dua PTS di atas.

Namun, seandainya kamu berasal dari keluarga yang mampu, karena UKT akan disesuaikan dengan penghasilan orang tua, maka kamu bisa aja mendapatkan UKT maksimal yang mana ga jauh-jauh berbeda dengan SPP yang dibayar tiap semester di PTS.

Berikut ini beberapa contoh UKT maksimal untuk jurusan Akuntansi dan Teknik Informatika/Ilmu Komputer/SI di beberapa PTN di Indonesia

1. Universitas Padjajaran (Unpad) sumber

S1 Informatika

  • UKT maksimal: Rp7.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp56.000.000

S1 Akuntansi

  • UKT maksimal: Rp7.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp56.000.000

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

S1 Ilmu Komputer

  • UKT maksimal: Rp11.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp88.000.000

S1 Akuntansi

  • UKT maksimal: Rp10.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp80.000.000

3. Universitas Airlangga (Unair) jalur SBMPTN

S1 Sistem Informasi

  • UKT maksimal: Rp15.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp120.000.000

S1 Akuntansi

  • UKT maksimal: Rp14.000.000
  • Estimasi biaya sampai lulus (8 semester): Rp104.000.000

Selain itu, ada beberapa PTN yang membebankan semacam uang pangkal apabila kamu diterima melalui jalur seleksi mandiri. Misalnya di Unpad atau Unair. Jadi jika kamu diterima melalui seleksi mandiri di PTN tertentu, jatuhnya biayanya ga jauh berbeda dengan PTS-PTS seperti Universitas Telkom dan Universitas Trisakti.

Mitos #3: Lulusan PTN lebih diutamakan dari pada PTS

Diantara beberapa kekhawatiran yang menyebabkan banyak anak yang memilih PTN dibandingkan PTS adalah bahwa dunia kerja atau lapangan kerja memprioritaskan lulusan PTN dibandingkan PTS.

Untuk membuktikannya, aku mencoba melihat data dari linkedin beberapa perusahaan dari beberapa sektor/industri untuk melihat jumlah pegawai berdasarkan asal tempat pendidikan:

Statistik Pegawai Tokopedia (sumber: Linkedin Tokopedia – Februari 2020)

Perguruan TinggiJumlah pegawai
University of Indonesia355
Universitas Bina Nusantara (Binus)352
Institut Teknologi Bandung148
Universitas Gadjah Mada (UGM)112
Institut Pertanian Bogor (IPB)104
Universitas Padjadjaran100
University of Brawijaya76
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya75
Universitas Gunadarma73
Universitas Prasetiya Mulya58
Universitas Pelita Harapan46
LSPR Communication and Business Institute43
Universitas Multimedia Nusantara43
Diponegoro University42
Telkom University42

Statistik Pegawai Telkomsel (sumber: Linkedin Telkomsel – Februari 2020)

Perguruan TinggiJumlah pegawai
Institut Teknologi Telkom353
University of Indonesia310
Institut Teknologi Bandung276
Universitas Padjadjaran203
Universitas Gadjah Mada (UGM)185
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya162
Telkom University155
University of Brawijaya121
3156284109
Universitas Gunadarma100
Universitas Bina Nusantara (Binus)87
Universitas Sumatera Utara (USU)76
Universitas Sriwijaya68
Universitas Diponegoro59
Institut Pertanian Bogor (IPB)55

Statistik Pegawai NET TV (sumber: Linkedin NET TV – Februari 2020)

Perguruan TinggiJumlah pegawai
Universitas Padjadjaran73
University of Indonesia46
Universitas Mercu Buana28
Institut Pertanian Bogor (IPB)25
Universitas Gadjah Mada (UGM)23
Universitas Bina Nusantara (Binus)18
University of Brawijaya18
Institut Teknologi Bandung16
LSPR Communication and Business Institute15
Universitas Katolik Parahyangan14
Bandung Islamic University13
Bina Sarana Informatika Salemba13
Diponegoro University13
Atma Jaya Catholic University of Indonesia12
Universitas Gunadarma11

Statistik Pegawai Pertamina (sumber: Linkedin Pertamina – Februari 2020)

Perguruan TinggiJumlah pegawai
Institut Teknologi Bandung560
University of Indonesia559
Universitas Gadjah Mada (UGM)522
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya349
Universitas Padjadjaran190
Diponegoro University126
Universitas Diponegoro114
University of Brawijaya90
Universitas Sriwijaya90
Universitas Trisakti81
University of Airlangga51
Institut Pertanian Bogor (IPB)48
Politeknik Negeri Bandung48
Politeknik Negeri Sriwijaya41
Trisakti University39

Meskipun data di linkedin tersebut ga terlalu lengkap, data tersebut bisa dijadikan gambaran kasar bahwa di kantor-kantor yang terkenal persebaran pewagainya yang berasal dari PTS juga banyak, loh!

Selain itu, dengan majunya teknologi, ilmu pengetahuan bisa semakin gampang diakses sehingga gap competency antar perguruan tinggi maupun antar individu bisa semakin kecil.

Gimana TIPS Memilih PTS?

1. Cek Apakah PTS tersebut menyediakan jurusan yang kamu minati/inginkan

Setelah kamu memutuskan bidang atau jurusan yang kamu inginkan, cek dulu apakah PTN yang kamu inginkan menyediakan jurusan tersebut. Kamu bisa mengecek nya di website pedas tersebut atau bertanya ke kakak kelas atau mahasiswa yang kuliah Di BTS tersebut.

2. Cek Akreditasi dan track record PTS tersebut

Sebelum mendaftar, kamu wajib mengecek akreditasi lembaga dan program studi di PTS tersebut. Caranya kamu bisa mengeceknya di website Badan Akreditasi Nasional.

Selain itu, kamu bisa juga mengecek track record PTS tersebut dengan bertanya ke mahasiswa, kakak kelas atau simply, cek aja di Google. Ketik aja nama PTS atau jurusannya di Google maka akan muncul artikel, berita atau mungkin prestasi yang PTS hasilkan selama ini.

3. Cek biaya kuliahnya atau peluang beasiswa

Seperti yang telah aku jelaskan diatas bahwa biaya kuliah PTS itu secara rata rata memang lebih mahal karena PTS harus mendanai operasional pendidikannya sendiri dan subsidi yang didapatkan relatif sedikit. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mendaftarkan diri, wajib banget bagi kamu untuk mengecek biaya kuliahnya lebih dulu. Pastikan kamu udah konsultasikan dengan orang tuamu terkait biayanya.

Apabila biaya kuliahnya memberatkan, cek juga peluang beasiswa yang tersedia. Banyak juga kok PTS yang ngasih beasiswa hingga 100%.


Oke, demikian artikel kali ini. Semoga bisa menjadikan gambaran bahwa kuliah di PTN ga selalu lebih mending dibandingkan dengan PTS, begitu pula sebaliknya.

Apakah kamu setuju? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya.

Follow social media Halo Kampus untuk mendapatkan informasi dan insights seputar pendidikan, kampus, dan pengembangan diri:
- Instagram halokampus
- Twitter halokampus


About the Author

Ari adalah alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 2011 spesialisasi Akuntansi Pemerintahan. Follow Instagram Ari di @aricandra | Twitter: @aricandra

Ari Candra Arista


Tags

PTN, PTS


{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Kuliah di PTS Nggak Kalah dengan PTN!

>